Make your own free website on Tripod.com

Ringkasan Khotbah : 10 Mei 1998

Tugas yang belum selesai

Nats : Kis 1:1-3

Pengkhotbah : Ev. Rusdi Tanuwidjaya

Konteks dari Kis pasal 1 ini merupakan kesimpulan & transisi dari Injil Lukas ke Kisah Para Rasul. Itu sebabnya dalam Kis 1:1 dikatakan, "Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus sampai pada hari Ia terangkat." Disini Lukas membuat suatu hubungan antara Injilnya dan buku Kisah Para Rasul. Kelihatannya ditulis secara khusus untuk seorang yang bernama Teofilus. Arti nama Teofilus ini sendiri merupakan kombinasi dari dua kata Yunani yang bisa berarti ‘a friend of God’ atau ‘beloved of God.’ Dalam Injil Lukas disebut Teofilus yang mulia. Kata ‘yang mulia’ dalam Kis. hanya ditujukan pada orang yang memiliki kedudukan tinggi di kerajaan Romawi, seperti gubernur Romawi Felik dan Festus. Sehingga kita bisa menduga bahwa Teofilus pun adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi di dalam kerajaan Romawi.

Minggu ini kita akan membahas Kis 1:1-3. Dalam Kis 1:1-3 ini, kita temukan lima pelajaran rohani penting berkenaan dengan Injil Lukas. Pertama, berkenaan dengan pengajaran Kristus. Seperti dalam Injil Sinoptik, demikian juga dalam Injil Lukas, Tuhan Yesus sering mengajar. Kis 1:1-2 menekankan bahwa Kristus telah mengajar Para Rasul sampai pada waktu Ia naik ke sorga. Dalam seluruh pelayanan Kristus kita melihat pengajaran mendapat tempat yang priotas. Mengapa? Karena pengajaran merupakan satu hal yang sangat penting dan serius. Pengajaran yang Ia ingin sampaikan harus menjadi pegangan, prinsip dan arah bagi pelayanan para rasul di kemudian hari. Itu sebabnya, jangan sampai kita memberitakan Injil Kerajaan Allah atau mengajar jika kita tidak memiliki informasi pengajaran yang benar. Sayangnya, dewasa ini kita melihat banyak orang mau melayani tanpa mau belajar Alkitab baik-baik. Jika Tuhan Yesus sendiri menempatkan pengajaran begitu penting dalam pelayananNya, hendaknya boleh menjadi teladan dan mendorong kita untuk belajar baik-baik.

Kedua, belajar dari perbuatan Kristus. Belajar pengetahuan firman Tuhan saja tidak cukup. Kita harus bergumul untuk mengaplikasikan apa yang kita tahu dalam hidup kita setiap hari. Lukas dalam Kis 1:1 menulis, "Segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus." Disini kata ‘yang dikerjakan’ mendahului kata ‘diajarkan.’ Sebab kita baru dapat mengajar dengan baik jika kita melakukan apa yang kita ajarkan dan dibutuhkan pergumulan untuk mengindikasikan apa yang kita ajar. Ini memang tidak mudah. Pemimpin-pemimpin agama Israel menduduki kursi Musa, mereka mengajar tetapi mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan. Tuhan berkata, "Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melaku

nya." Berbeda dengan Kristus. Dia bukan hanya mengajar tetapi juga melakukan apa yang dia ajarkan. Lingkup dari yang Kristus ajarkan dan lakukan sangat luas namun secara khusus semua yang Yesus kerjakan dan ajarkan berhubungan dengan keselamatan bagi umat-Nya. Penting untuk kita ingat, jika pengenalan firman Allah tidak merubah hidup kita, sulit bagi kita untuk merubah orang lain.

Ketiga, Kristus mengajar melalui Roh Kudus. Ketika Kristus datang ke dunia, Dia datang untuk melayani dan melakukan kehendak BapaNya. Yesus berkata, Aku datang untuk melakukan kehendak Bapa (Yoh 4:34). Di dalam pelayanan-Nya, kita melihat bagaimana Roh Kudus juga menyertai pelayanan Yesus. Ini dapat dilihat ketika Yesus mengajar dan melakukan mujizat. Roh Kudus bekerja melalui itu semua (bnd Mat 12:31-32). Teladan Kristus seharusnya menjadi pola bagi kita. Sebagai manusia kita lemah, itu sebabnya dalam pelayanan kita membutuhkan kuasa yang memampukan kita untuk melayani dan memberitakan firman Tuhan. Kita perlu bersandar pada Tuhan, memohon kepada Tuhan agar Roh Kudus bekerja melalui kita. Ketika kita melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Allah biarlah itu dilakukan di dalam kuasa Roh Kudus.

Keempat, Kristus mengajar mengenai Kerajaan Allah. Setelah Kristus bangkit dari antara orang mati Dia ada dalam dunia selama 40 hari sebelum naik ke sorga. Selama itu Kristus berulang kali menampakkan diri kepada murid-muridNya. Sebelum Kristus mati berulang kali Ia berbicara mengenai Kerajaan Allah (ay 3), baik di dalam perumpamaan-perumpamaanNya, pengajaranNya maupun dalam melakukan mujizat tidak lepas dari kerajaan Allah. Mengapa? Karena Kerajaan Allah merupakan tema yang sentral di dalam Alkitab. Secara umum kita dapat mengatakan bahwa Allah adalah Raja atas alam semesta ini, jadi seluruh ciptaanNya harus takluk dibawah otoritasNya. Secara khusus dapat dikenakan kepada Kristus yang merupakan Raja atas seluruh umat-Nya. Berbicara mengenai Kerajaan Allah kita harus memperhatikan tiga unsur yaitu pertama, Kerajaan Allah harus ada Rajanya; kedua, Kerajaan Allah ada pemerintahanNya; ketiga, Kerajaan ada umatNya. Yang pertama Raja dari Kerajaan Allah adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi; kedua pemerintahanNya adalah bersifat rohani. Otoritas pemerintahan Allah haruslah menguasai hati dan pikiran umatNya. Ketiga umat Kerajaan Allah adalah orang-orang yang sudah percaya kepada Kristus atau umat pilihan Tuhan yang sekarang masih berada dibawah tawanan belenggu setan. Itu sebabnya sebagai orang yang sudah diselamatkan Tuhan memanggil kita juga dengan satu mandat untuk pergi memberitakan Injil kerajaan Allah agar umat kerajaan Allah yang saat ini masih berada dibawah kuasa si jahat dapat dibebaskan dan menerima penebusan darah Kristus. Untuk melakukan tugas ini kita memerlukan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita menjadi saksiNya. Dan kebangkitan Kristus sendiri dalam hal ini menjadi kekuatan dan dorongan di dalam hidup kerohanian para rasul. Kristus bangkit itu mengakibatkan mereka tahu dengan pasti bahwa janji Allah berkenaan dengan kerajaanNya suatu kali kelak pasti akan digenapi. Karena Kristus bangkit mereka memiliki pengharapan akan terwujudnya kerajaan Allah pada masa yang akan datang. Jika tidak dibangkitkan bagaimana mereka dapat bangkit dan memiliki keberanian untuk memberitakan kerajaan Allah sedang pemimpin dari kerajaan Allah itu sendiri mati dan tidak bangkit. Kristus telah bangkit dan merestorasi kerohanian para rasul yang memungkinkan mereka mengajar dengan yakin mengenai kerajaan Allah sebagaimana yang telah Kristus ajarkan kepada mereka.

Kelima, Kristus hanya mengajar para rasul yang dipilih. Di dalam Kis 1:2 mengatakan, "Ia telah memberikan perintahNya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilihNya." Kepada merekalah Kristus memberi misi yang jelas, agar para murid pergi dan memberitakan Injil tentang pengampunan dosa ke seluruh dunia mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi, supaya yang percaya diampuni dosanya.

Di dalam Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:16-20), kita melihat tiga hal yang Tuhan tegaskan. Pertama Yesus menyatakan wewenang atau otoritas yang ada padaNya, yaitu segala kuasa di surga dan di bumi ada padaNya; kedua, Kristus memberi perintah agar para murid pergi. Tujuannya agar mereka pergi dan menjadikan semua bangsa muridNya; ketiga Kristus memberikan satu jaminan kepada para murid yang dipilihNya bahwa Kristus menyertai mereka sampai kepada kesudahan jaman. Disini kita melihat sesuai dengan apa yang Kristus katakan kepada murid-muridNya, "Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan bu

mu itu tetap." Jikalu Tuhan yang bangkit mengajar murid-murid-Nya dan memberi perintah kepada mereka untuk pergi menjadikan semua bangsa murid-Nya. Perintah ini bukan hanya untuk para murid dalam arti kata hanya para rasul tetapi ayat ini juga berbicara untuk kita, agar kita juga melanjutkan Amanat Agung ini, sehingga Injil diberitakan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem kemudian Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Ini baru bisa terjadi jika perintah itu juga ditujukan kepada kita sebagai murid-murid Tuhan.

Kiranya kelima pelajaran rohani yang kita peroleh dari Kis 1:1-3 ini juga dapat menjadi pergumulan rohani kita. Maukah kita belajar firman Tuhan dengan rajin dan juga kita bergumul untuk mengaplikasikan firman itu dalam hidup kita? Demikian juga ketika kita memberitakan injil maupun melayani Tuhan kiranya Roh Kudus boleh menyertai pelayanan kita dengan demikian setiap orang yang kita ajar boleh mengerti Injil Kerajaan Allah dengan baik. Kiranya Tuhan Yesus yang telah bangkit memimpin hidup kita dan kuasa Roh Kudus bekerja melalui hidup kita. Amin!?

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah - RT)